Set Primary menu by going to Appearance > Menus

Browsing Category : Prose

Sebuah Ritual Malam


Saya ingat betul malam itu. Dingin. Senyap. Kosong. Saya terduduk di taman. Sendiri. Saya tidak mengharapkan bintang atau suatu meteor jatuh terguling. Malam itu pukul 11. Ada kebekuan yang melingkupi. Namun mencair seketika ketenangan itu merangkak naik. Saya mencintai malam karena di dalamnya ada pengharapan, doa, dan ketenangan. Tak berarti saya membenci siang atau pagi atau sore. Tidak, jangan berpikir…

Read More »

Komedi Hati


Kalau kau mau tahu apa arti cinta, datang ke mari. Duduk di sebelahku, pegang tanganku. Tangan itu selalu saja dingin saat kau di sampingku. Kalau kau mau tahu artinya sakit hati, maka lipatlah tubuhmu seperti lembaran kertas lalu menyelinaplah ke dalam hatiku. Lihat! Ada lubang menganga di sana. Hatiku berlubang. Dokter bilang aku tak sakit. Tak ada obat, tak ada…

Read More »

Mungkin


Malam ini aku mau lelap dalam pembaringan. Memelukmu dari belakang. Mencium punggungmu saat terlelap. Dengan cara ini biasanya mimpi kita bersatu. Kau mimpi A, aku mimpi B. Tapi kita bersatu dalam cinta yang menghasilkan mimpi C. Sesungguhnya, aku kangen. Kangen sekali dengan wangi tubuhmu yang kuendus tiap kali duduk di belakang, dan kau di depan mengendalikan motor. Aku kangen bola…

Read More »

Mainan


Aku punya mainan baru. Bermata bulat. Lekuk yang dalam. Rengekan yang khas. Rambut yang berantakan, itu sebabnya aku suka menyisir rambutnya. Kupeluk ia menjelang tidurku. Tatkala mataku benderang, kucari ia. Kudekap. Aku suka berbagi kisah dengannya, meski ia diam. Tak pernah mengerti. Bahasaku, bahasanya.. Berbeda. Matanya indah. Aku tergila-gila karenanya. Mata bundar dengan lekuk yang dalam, meski tak pernah berkedip.…

Read More »

Pangeran Kecil


Setiap kali ada suara kendaraan, si Pangeran Kecil akan keluar dari kediamannya. Badannya kecil. Kulitnya putih. Pipinya seolah penuh dengan daging. Seringkali ia mengenakan kaos ketat dan celana pendek yang menampakkan lekukan-lekukan tubuhnya. Di lain waktu ia keluar dari kediamannya dengan singlet. Rambutnya tertata rapi. Matanya bundar berpendar. Pangeran Kecil ini tetangga depan rumah saya. Entah siapa namanya. Kalau saya…

Read More »

Perkenalkan, Namanya Gris–Dan Dia Penghuni Baru Di Rumah


Malam ini dia datang. Barusan saja. Tubuhnya kekar. Gagah. Terlihat tampan. Berkaki empat. Sorot matanya jauh ke depan, namun tetap bersahaja. Ia akan tinggal di rumah kami. Sekali saya menungganginya, dia masih liar. Seisi rumah bilang saya harus sering-sering menungganginya. Ya, dia memang masih liar. Hmm.. atau saya yang belum memahaminya? Ia berdiri terpaku di depan sana. Tanpa kerangkeng. Ia…

Read More »

Wawancara Di Kota Imaji


“Yak! Cepat saja interviewnya. Namamu, Nak?” “Septa, Pak.” “Hehhh.. Nama asli. Kau pikir ini kenalan di dunia maya?!” “Memang Septa, Pak. Apa menurut Bapak ini terlihat seperti nama palsu?” “Umur?” “Dua satu, Pak.” “Pekerjaan?” “Mahasiswi, Pak.” “Jenis kelamin?” “Apa saya terlihat seperti laki-laki, Pak?” “Alamat?” “Di bawah ketiak langit, di kota imaji.” “Status pernikahan?” “Lajang, Pak.” “Wahhh.. hatimu masih kosong,…

Read More »

Cerita Kamar


Selamat datang di kamar! Ruangan 3×3 meter persegi. Lengkap dengan lemari, ranjang tipis, dan cermin yang sudah cuil ujung-ujungnya. Semua tertata sebagaimana adanya di bawah sinar bohlam lampu 5 watt. Inilah tempat dimana kata dan cinta bersatu. Bukan hanya tempat dimana laki-laki dan perempuan melebur dalam sayang. Tapi juga tempat dimana tiap kalimat menjadi berarti. Kalau laki-laki tak pulang berbulan-bulan,…

Read More »