Set Primary menu by going to Appearance > Menus

Browsing Category : Thought

Pada Sebuah Kematian


Pagi ini berbeda. Sebelumnya, saya tidak pernah mendapat berita duka begitu membuka mata. Tapi hari ini saya mendapatkannya. Begitu bangun dari tidur, saya mengecek handphone. Ini seperti sebuah kebiasaan–dan saya rasa orang lain pun melakukannya. Dan berita mengejutkan itu hadir. Suami atasan saya semasa magang 3 tahun silam dipanggil Tuhan dalam usia yang terbilang muda, 34 tahun. Entah apa sebabnya.…

Read More »

Things Said In Secret


Some say that anonymity is the last refuge for cowards. Judging from mail and comments I’ve read that have been submitted anonymously, I would agree. People hiding behind the screen of anonymity or a false identity feel the freedom to launch angry, hurtful tirades. Anonymity allows them to be unkind without having to take responsibility for their words. Whenever I…

Read More »

Perbincangan Semanggi-Pasar Minggu


Setelah sekian lama tidak bertemu, akhirnya Tuhan mengizinkan saya dan seorang teman bertemu dalam sebuah kesempatan. Tak perlu diceritakan bagaimana momen pertemuan kami awalnya. Klimaks kisah ini justru pada perjalanan pulang kami. Teman saya itu seorang mahasiswi sebuah Sekolah Tinggi ternama yang (di mata sebagian besar orang) dinilai cukup mahal. Ia pribadi yang menyenangkan. Gaya berpakaiannya selalu mengikuti tren. Jemarinya…

Read More »

Kesenyapan


Mata saya masih membelalak. Secangkir teh hangat ini jadi teman bercerita. Barangkali kesenyapan punya hingar-bingar yang khas. Saat-saat seperti ini selalu menyenangkan. Suara hatimu menjadi begitu lantang terdengar. Keluhanmu terbungkam. Kesenyapan berubah wujud jadi kabar baik. Saat itulah saya bertanya: “Apa yang sudah saya lakukan hari ini? Bergunakah?” Tak ada jawaban, karena kesenyapan selalu bisu. Tapi, ah, saat ini ia…

Read More »

Sesuatu Yang Penting


Pernahkah kamu merasa sangat sibuk (bahkan sangat sibuk) dengan berbagai aktivitas? Pernahkah kamu sangat asyik (bahkan terlalu asyik) bergulat dengan hal ini itu? Jika pernah, pada akhirnya, pernahkah kamu merasa ada sesuatu yang terlupakan–sesuatu yang penting? Jika kamu merasa lelah, jenuh, atau bosan dengan aktivitas kemudian semuanya itu menyadarkanmu soal “sesuatu yang penting” itu, rasanya wajarnya. Coba bayangkan! Semua berjalan…

Read More »

Penulis


Tahun depan aku sekolah, Yah. Kalau besar nanti aku mau jadi dokter. Aku mau sembuhkan orang-orang yang sakit. Kalau mereka hendak mati, akan kuberikan obat agar mereka tak mati. Sebelum memeriksa mereka, aku akan berdoa. Agar aku mampu mengobati mereka. Sebenarnya aku takut darah. Tapi aku harus berani. Karena aku dokter. Bukan begitu, Yah? Tahun depan aku sekolah, Bu. Kalau…

Read More »

Menulis Saja


Selamat pagi. Tepat pukul 2 dini hari pada 10 Juli 2010 saya menulis posting ini. Mata saya masih enggan tertutup. Lagipula posting terakhir dibuat 3 hari silam, jadi tak salah kalau saya kangen moment mengetik seperti ini 🙂 Entah apa yang mau diposting. Tak ada yang banyak berubah. Hanya belakangan perhatian saya migrasi, dari blog ke Twitter. Tenang, saya bukan…

Read More »

Yang Terindah Adalah


Ketika lubang hidungmu mencium bau tanah dan daun yang basah setelah hujan. Ketika indera pendengaranmu menangkap omelan tetangga sebelah kepada anak bungsunya. Atau mungkin saat asap knalpot menyusup berebutan ke paru-parumu dan membuatmu terbatuk-batuk. Perutmu membesar terisi angin, tapi usapan balsem itu berhasil mendorongnya keluar dalam bentuk gas berbau. Saat kau akan menghadapi ujian, dan kau masih memiliki waktu untuk…

Read More »

Semalam


Semalam aku kembali menatap pantulanmu di cermin. Refleksi fisikmu tergambar jelas di sana, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Kakimu bagus, lumayan jenjang. Aku tak tahu apakah bulu-bulu itu perlu dicukur atau tidak. Terserah, Sayang. Setidaknya, kakimu yang panjang cukup membuat tubuhmu menjulang–dan membuatku berjinjit manakala kecupan itu mengarah ke ujung bibirmu. Bahumu? Ah, ya baiklah, bahumu bidang. Bahu yang…

Read More »

Surat Kepada Tuhan


Dear Tuhan, Seperti biasa, saya tidak bisa tidur. Ada yang mengganjal dalam pikiran. Sesekali yang mengganjal itu meluncur ke bawah, dari otak ke ulu hati. Berubah pedih. Terkadang nyeri. Tuhan, Engkau tahu sesuatu itu. Dia menggumpal. Mengkristal di otak. Tak perlu diceritakan secara gamblang sesuatu itu. Cukup kita berdua saja yang tahu, bukan begitu? 🙂 Malam ini saya enggan tidur.…

Read More »