Kebetulan

Kita bertemu dalam suatu kesempatan. Kau tak melihatku. Aku yang melihatmu, sekali, dua kali, tiga kali. Sekelebat saja, namun terekam jelas.

Kita bertemu kembali. Tanpa sebuah perencanan dan dugaan. Kita bertemu di sana, di kolong atap sederhana. Dan aku terheran bisa menemukanmu di sana.

Sekian menit setelah itu, kita berada dalam satu ruang yang sama. Mencoba meyakinkan diri bahwa semuanya bukan sebuah kebetulan adalah perkara sulit.

Aku tak pernah percaya kebetulan. Tak pernah. Tapi kau adalah tanda tanya besar: apakah kau sebuah kebetulan?

No Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: