Tag Archives : Majalah Horison

Kepada Yang Terluka


Cerpen ini dimuat di Majalah Sastra Horison, edisi Mei 2004.   MATAHARI sudah mulai menunduk perlahan-lahan. Sinarnya mulai menghilang. Ia membuat lukisan mega di langit. Warnanya kemerahan bercampur keemasan. Dan kali ini, mega telah menguasai langit dengan kecantikkannya. Namun sinarannya membuat mataku harus menyipit. Bagiku mega tak cantik. Wajahnya saja memerah dan bercampur oranye. Apa cantiknya mega? Malam sudah menyapaku…

Read More »

Saya Seorang…


Cerpen ini dimuat di Majalah Sastra Horison, edisi November 2005 Teman-teman selalu menyuruh saya untuk mengirimkan formulir untuk menjadi seorang model. Saya sendiri tidak mengerti kenapa mereka sok tahu tentang diri saya. Mereka seolah sibuk mengurusi keberadaan saya. Di mata guru-guru, saya termasuk siswi kelas III IPS yang rajin. Kemampuan saya di bidang eksakta memang tidak terlalu baik. Namun saya…

Read More »