Cinta di Kolong Langit Kulukis wajahmu pada semburat sore. Jangan kau intip, baru kelar sedikit. Begitu selesai, akan kusemat kembang kecil itu di sela-sela telingamu.
Aku ingin memelukmu malam ini, dengan sisa cinta yang masih tertinggal di piring tipis itu Aku ingin memelukmu malam ini, meski cinta itu tinggal remah-remah
Sayang, jangan bersedih kalau orang bilang kau gendut. Jangan pula khawatir dengan jerawat yang muncul bertubi-tubi di wajahmu. Aku tak peduli! Karena yang aku mau
Saya tahu kamu akan pergi Cepat atau lambat Hari ini atau esok Rasanya akan sama Sebelum dan sesudah kamu datang Karena, sepertinya, saya tidak pernah
Ini soal kamu Hidungmu yang besar Alismu yang melengkuk Hitam Penuh Berantakan Ini soal kakimu yang panjang Badanmu yang bau waktu kau mengapitku dalam peluk
Aku pernah duduk berdua dengannya Di bawah ketiak langit malam Kami bercanda Kami saling meninju bahu Tubuh kami terbaring di atas rumput Kami berlari Bebas