Tag Archives : spiritual

Tentang Perayaan Natal


Photo: favim.com “Natal berarti memperingati hari lahirnya Juru Selamat—memperingati hari ulang tahun Tuhan Yesus. Kalau Tuhan Yesus yang berulang tahun, kenapa kemudian kita yang saling minta kado?” Kalimat itu masih terekam jelas di memori saya. Seorang pembicara mengutarakannya dalam sebuah ibadah perayaan Natal dua atau tiga tahun silam. Jujur, saya tergelitik sekaligus miris. Otak saya berputar-putar dan pada akhirnya mengiyakan…

Read More »

Things Said In Secret


Some say that anonymity is the last refuge for cowards. Judging from mail and comments I’ve read that have been submitted anonymously, I would agree. People hiding behind the screen of anonymity or a false identity feel the freedom to launch angry, hurtful tirades. Anonymity allows them to be unkind without having to take responsibility for their words. Whenever I…

Read More »

-Mu


Aku tak memikirkan-Mu. Tapi semalam aku memimpikan-Mu. Mungkinkah Kau merindukanku untuk sekedar bertemu dan bercerita soal ini dan itu? Aku menyayangi-Mu. Mencintai-Mu sampai ubun-ubun. Bisakah aku mendua? Tidak!

Read More »

Yang Terindah Adalah


Ketika lubang hidungmu mencium bau tanah dan daun yang basah setelah hujan. Ketika indera pendengaranmu menangkap omelan tetangga sebelah kepada anak bungsunya. Atau mungkin saat asap knalpot menyusup berebutan ke paru-parumu dan membuatmu terbatuk-batuk. Perutmu membesar terisi angin, tapi usapan balsem itu berhasil mendorongnya keluar dalam bentuk gas berbau. Saat kau akan menghadapi ujian, dan kau masih memiliki waktu untuk…

Read More »

Surat Kepada Tuhan


Dear Tuhan, Seperti biasa, saya tidak bisa tidur. Ada yang mengganjal dalam pikiran. Sesekali yang mengganjal itu meluncur ke bawah, dari otak ke ulu hati. Berubah pedih. Terkadang nyeri. Tuhan, Engkau tahu sesuatu itu. Dia menggumpal. Mengkristal di otak. Tak perlu diceritakan secara gamblang sesuatu itu. Cukup kita berdua saja yang tahu, bukan begitu? 🙂 Malam ini saya enggan tidur.…

Read More »

Menunduk: Renungan Tentang Hidup Yang Utuh


Dua bulan terakhir saya belajar hal baru soal hidup. Hal ini belum pernah terlintas di pikiran saya sebelumnya. Hal sepele dan seringkali diremehkan, tapi justru dari sinilah hidup bisa dimaknai lebih bijak. Ketika saya lapar, maka saya makan. Saya menikmati setiap makanan dan minuman yang tersedia. Terkadang itu pun tak cukup. Saya makan ini, makan itu, minum ini, minum itu…

Read More »