Tag Archives : cerpen

Tiga Jejak Di Jejakubikel.com


Akhirnya, 3 cerita pendek (benar-benar pendek, hanya 111 kata!) saya dimuat di jejakubikel.com. Komentar yang saya dapat rata-rata positif. Tapi proses belajar tidak berhenti 🙂 Silakan klik link yang tersedia untuk melihat cerpen di web tersebut, lengkap dengan komentarnya.   AKU TAHU (juga dapat dibaca di sini) Aku tahu arti namamu. Aku tahu siapa wanita yang ada dalam mimpi basahmu…

Read More »

Kepada Tuan


Setiap pagi, aku yang mengetuk pintumu, membangunkanmu, menyiapkan sarapan dan kopi hitam kesukaanmu. Aku pula yang menyiapkan kemeja dan celanamu. Seketika kau berangkat dengan mobil kodok tuamu itu, maka aku sendiri. Menatapmu yang terus menghilang di kejauhan. Aku yang memijat telapak kakimu saat kau pulang. Kau tahu, senyum dan terima kasihmu sudah cukup membayar semuanya. Asal penatmu lenyap, itu sudah…

Read More »

Delusi, Sebuah Cerpen Duet


Akhirnya lahir juga sebuah cerpen bertajuk “Delusi”. Cerpen ini berhasil dimuat di Hermes e-magazine #4. Sekedar info, cerpen ini adalah hasil kolaborasi saya dan seorang teman, dimana saya menulis tokoh Ben (Benjamin Aryowibowo) dan rekan saya menulis tokoh Mahesa (Mahesa Rahmadi). Silakan klik di sini untuk mengunduh, GRATIS! Selamat membaca 🙂   P.S: Your comments are highly appreciated

Read More »

Memakamkan Janji


Cerpen ini dimuat di ceritapendekfiksimini.blogspot.com pada 20 Juli 2010. Dibuat berdasarkan Fiksimini saya: fiksimini RT @septmell: Ia membawa seplastik janji ke dokter, mau disuntik formalin. Silakan klik http://bit.ly/8X3jNA <3 Sore itu semburat oranye menggelayut. Matahari perlahan undur diri, giliran malam unjuk gigi. Gedung-gedung berdandan dengan lampu kuning kemerahan yang meleleh dalam penatnya penghujung hari. Seperti biasa macet menghantui. Semua bersiap…

Read More »

Kepada Yang Terluka


Cerpen ini dimuat di Majalah Sastra Horison, edisi Mei 2004.   MATAHARI sudah mulai menunduk perlahan-lahan. Sinarnya mulai menghilang. Ia membuat lukisan mega di langit. Warnanya kemerahan bercampur keemasan. Dan kali ini, mega telah menguasai langit dengan kecantikkannya. Namun sinarannya membuat mataku harus menyipit. Bagiku mega tak cantik. Wajahnya saja memerah dan bercampur oranye. Apa cantiknya mega? Malam sudah menyapaku…

Read More »

Saya Seorang…


Cerpen ini dimuat di Majalah Sastra Horison, edisi November 2005 Teman-teman selalu menyuruh saya untuk mengirimkan formulir untuk menjadi seorang model. Saya sendiri tidak mengerti kenapa mereka sok tahu tentang diri saya. Mereka seolah sibuk mengurusi keberadaan saya. Di mata guru-guru, saya termasuk siswi kelas III IPS yang rajin. Kemampuan saya di bidang eksakta memang tidak terlalu baik. Namun saya…

Read More »

Cerita Kamar


Selamat datang di kamar! Ruangan 3×3 meter persegi. Lengkap dengan lemari, ranjang tipis, dan cermin yang sudah cuil ujung-ujungnya. Semua tertata sebagaimana adanya di bawah sinar bohlam lampu 5 watt. Inilah tempat dimana kata dan cinta bersatu. Bukan hanya tempat dimana laki-laki dan perempuan melebur dalam sayang. Tapi juga tempat dimana tiap kalimat menjadi berarti. Kalau laki-laki tak pulang berbulan-bulan,…

Read More »